“casanova”

Sudut Pandang

Sudut Pandang

Pria dan libido sex seperti dua hal yang memiliki keterikatan kuat, seperti dilahirkan dalam satu paket yang sudah komplit yang hanya menunggu sedikit kesadaran untuk mengaktifkannya, dari sejarah kita bisa melihat bahwa bangsa Romawi Kuno sudah mengenal sex sebagai kebutuhan utama bahkan sudah diciptakan nya alat bantu sex pada jaman itu, di India sendiri kita ketahui bahwa buku panduan yang maha dahsyat kamasutra diciptakan berikut dilengkapi dengan animasi-animasi posisi sex yang sangat detail dan di pergunakan oleh banyak pihak sampai saat ini, tidak mau ketinggalan di Indonesia sendiri pada era Kerajaan Jawa sex sudah menjadi bagian-bagian penting dalam roda pemerintahan pada masa itu, di zaman sekarang  dalam banyak pemberitaan di media massa sangat sering  dipertontonkan perbuatan pejabat, tokoh, dan pigur publik yang menunjukan perilaku tersebut, perilaku yang saya maksud di sini adalah perilaku pemuasan libido sex yang parah nya lagi ditambah dengan menggunakan metode pembenaran sepihak dengan mengedepankan teori-teori yang tidak masuk akal biar bisa kelihatan masuk akal dan bahkan sampai dengan menginterpretasikan dengan menggunakan konsep agama, sungguh keterlaluan para munafik itu, padahal teori nya sangat sederhana, para pria tersebut hanya tidak bisa menahan libido yang meledak-ledak di batang penisnya, yang sudah di aktifkan sendiri, bangsa pria cenderung takut untuk mengakui bahwa dia tersesat dengan jalan yang di buatnya sendiri dengan kesempatan yang mumpuni bertambah jauh pula lah ketersesatan nya. Jebakan  yang membuat pria modern sekarang adalah merupakan warisan yang membudaya dan mengakar dalam setiap sel-sel otak yang diciptakan secara tidak sengaja oleh bangsa nenek moyang entah siapa. Kesetiaan merupakan kata yang sudah hampir punah setelah ber abad-abad kita terjebak dalam pemikiran bahwa perempuan adalah objek sebagai pemuas libido sex pria, tapi saya yakin di luar sana masih ada orang yang berpikir bahwa hidup bukan hanya untuk sex dan tidak memanfaatkan kesempatan hanya untuk memuaskan libido sex saja. Sex boleh menjadi kebutuhan dan pemersatu bagi pasangan suami istri, menjadi komunikasi intim non verbal apabila dilakukan dengan cara positif. Kenyataannya ketika menuliskan ini saya masih berusaha menjadi pribadi yang setidaknya tidak menjadikan sex sebagai inti dari setiap hasil, pelicin di balik negosiasi, dan topik dalam setiap diskusi.

Iklan

One thought on ““casanova”

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s