Senja jangan datang

Senja-Jingga

Senja-Jingga

Walau hidup tak semudah bayangan saat kita kecil, ketika hanya mengenal bermain, tertawa, berlari, sembunyi, makan-makanan manis, bercita-cita menjadi Presiden, berkhayal akan bertualang ke negeri dongeng, mengawini putri/pangeran yang rupawan, hidup dengan penuh kebahagiaan dirumah kecil bercat putih dan berpagar rendah dengan pekarangan penuh permainan dan halaman belakang yang luas dengan barisan gunung yang hijau membentang sejauh mata memandang, dan berharap siang hari berjalan lambat, jauh sebelum pikiran ternoda akan realitas dunia yang ternyata berbanding terbalik 180 derajat dengan pikiran lugu masa kecil, jauh sebelum mengenal yang namanya uang tidak bisa begitu saja jatuh dari langit seperti hujan yang selalu di dambakan kedatangannya, jauh sekali sebelum itu. Saya tidak lari dari kenyataan ketika mulai menyadari pikiran anak-anak saya beralih dan perlahan menyesuaikan dengan banyaknya hal yang sebelumnya tidak saya sangka adalah apa yang disebut dengan realitas kehidupan, saya tidak akan pernah lari, saya akan terus mencoba untuk berdiri dan memaku kaki saya agar tidak roboh dan kalau diperlukan saya akan membuat penyangga dari besi yang kuat agar saya bisa bertopang di sana dan semakin tegak, tapi saya lupa saya adalah manusia, manusia yang tidak pernah bisa sempurna, terkadang pikiran saya terus mengeluarkan rintihan yang meneriakan dan mengoyak seluruh pikiran kebosanan,,, dia terus meneriakan “Senja jangan datang, enyahlah malam”…..

Iklan

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s