Ketakutan itu bernama ”Gagal”

Ilustrasi Berpikir

Ilustrasi Berpikir

Kegagalan, menggagalkan, digagalkan, penggaggalan, tergagalkan, adalah sekumpulan kata yang memiliki kata dasar yang sama “gagal”, dalam kamus besar Bahasa Indonesia, gagal memiliki arti tidak berhasil, tidak tercapai (maksudnya), segala hal yang berkaitan dengan ujian atau usaha yang mengalami ketidak berhasilan/tercapaian.

Dalam pemikiran sederhana, konsep gagal sangat berkaitan dengan kawan sejatinya “Berhasil”, bagi saya dua kata tersebut merupakan bagian dari teori sebab-akibat, kegagalan adalah ketika seseorang tidak sanggup atau tidak mampu atau tidak siap dan/atau tidak serius untuk berproses menuju suatu keberhasilan, sedangkan keberhasilan adalah ketika seseorang sudah menyadari apa yang dimaksud dengan kegagalan itu sendiri dan berjuang untuk melewatinya, saya tidak tahu siapa yang menemukan jargon “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”, secara pribadi jelas saya menolak untuk menerima jargon itu, bila dilihat dari sudut pandang analistis psikologis, sebagian orang yang gagal cenderung mengalami perasaan tertekan dengan analisa yang sangat susah untuk di jelaskan bahkan mungkin tidak ada kata yong cocok untuk menggambarkan rasa negatif, akibat dari efek gagal itu sendiri, kembali ke jargon, bagi  saya, ibarat sebuah kekonyolan ketika banyak orang mengucapkan kalimat tersebut, dengan harapan bisa menjadi motivasi pada si-gagal, seperti ketika guru/orang tua menasehati murid/anaknya yang tidak lulus/naik kelas, atau seperti atasan kepada bawahannya yang dia PHK, terjadi peristiwa ironis dan aneh ketika kalimat itu di ucapkan.

Beberapa manusia tidak banyak yang paham tentang hal yang berbau filsafat, hingga suatu ketika segala motivasi, kata-kata bijak yang di ucapkan orang lain sebagai wujud simpatik dan kepedulian hanya menambah kebingungan si-gagal yang malang, terkadang ketika gagal  kita hanya perlu waktu untuk meratap, berpikir untuk menyadari apa yang di kejar bukanlah merupakan suatu hal dalam kapasitas kekuatannya dan kata-kata hanya bakalan menambah runyam dan bahkan, mungkin memperburuk keadaan, memang tidak sedikit orang yang berhasil setelah mengalami kegagalan berkali-kali, tapi tidak sedikit juga orang gagal yang tetap gagal walaupun mencoba berulang-ulang. Contohnya, saya punya teman yang telah 5 kali gagal mengikuti seleksi masuk pendidikan militer, apabila dia menerapkan jargon konyol tersebut, saya pikir hanya akan membuatnya terbunuh secara perlahan, mau sampai kapan mencoba dan kemudian gagal lagi???, memaksakan sesuatu di luar kemampuan bukankah suatu hal yang bodoh.

Dalam hidup di perlukan strategi yang matang atau pertimbangan akan kemungkinan-kemungkinan, memang tidak semudah mengucapkannya, tapi apakah kita mau terus berdiam, biarlah kegagalan bertubi-tubi menghampiri, tidak masalah, manusiawi. Dan tadi malam saya mengalami apa yang di sebut degan gagal, ketika nama saya tidak tercantum dalam daftar peserta yang lulus, perlu waktu belasan jam untuk memprosesnya, meratapinya, merenunginya, mencernanya, mengutuknya, sampai saya sadar,  ternyata selama ini saya hanya belum siap untuk menerima keberhasilan tersebut, saya telah gagal dan saya sadar saya tidak pantas berdiri di garis depan untuk saat ini, entahlah apakah tahun depan saya akan mencobanya lagi, untuk saat ini biarlah saya masuk ke dalam dunia ratapan, meratapi apa makna dari kegagalan tersebut dan mencari pesan moral yang tersembunyi.

Iklan

One thought on “Ketakutan itu bernama ”Gagal”

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s