H-2

Ilustrasi Firasat

Ilustrasi Firasat

Dear Kentut asshole Mambo,

Liburan hampir tiba, kerjaan semakin menumpuk, target semakin diserempet oleh detik demi detik jam bermerek Kai Lock yang berbunyi sangat nyaring(merek apa ini), ditambah dengan suara blower Panasonic yang tertempel di ventelasi kaca menambah getaran syahdu irama ruangan kotak 4 x 4 ini, bayangan akan hari-hari santai tanpa pikiran tentang kontrak, negosisasi, dan laporan sudah membuncah di benak kepala yang rambutnya mulai jatuh helai demi helai, terbayang trip yang sudah direncanakan berbulan-bulan eh ralat bertahun-tahun, di tempat yang merupakan impian bagi beberapa manusia yang mempunyai hobi dan visi yang sejalan dengan aku, tempat dimana harapan dan semangat serta mental harusnya bisa membuahkan puncak kenikmatan dahsyat, nafas ngos-ngosan, dan memori menyenangkan yang bisa membuat bibir tersungging di saat mengingatnya kembali beberapa puluh tahun kemudian.

Samar-samar terdengar alunan lagu dari sebuah band jadul dengan alunan musik dan lirik yang menyayat pilu, kepulan asap kopi yang menggugah hasrat untuk menenggaknya langsung demi mengganjal perut kosong dan mata yang sendu ini, dengan harapan caffeine bisa bekerjasama dengan tubuh dan menunjukkan fungsinya, setelah 2 minggu bolak-balik site berjarak 200KM, pinggang seperti sangat tidak bersahabat dengan kursi nyaman sekalipun, beginilah sindrome field break menyerang di 2 hari sebelumnya seperti biasa, tapi demi tanggung jawab, kredibilitas dan loyalitas, pikiran yang membuat perut bergoncang dan terbang harus di tahan sementara menyelesaikan tugas kerajaan.

too fast and too much

Ilustrasi otak meleleh

Ilustrasi otak meleleh

Konsep kita berbeda, konsep kita abu-abu, konsep kita saling bertentangan, konsep kita segala hal keburukan di dunia, konsep kita hanyalah pemikiran yang terlalu liar, pemikiran yang ganas, pemikiran yang bebas, pemikiran yang cadas, pemikiran yang mengundang kerutan alis, mengundang gerakan bibir memonyong, mengundang gerakan lubang hidung membesar, mengundang tatapan mata tajam, mengundang segala penolakan panca indera, penolakan batin, penolakan jiwa dan raga, penolakan terhadap pengakuan, pengakuan yang berbeda, pengakuan yang tidak masuk akal, pengakuan yang membuat ingus menetas tanpa disadari, meneteskan cairan kotor dalam tubuh, cairan telinga, cairan anus, cairan orang mati, cairan yang membuat manusia enggan untuk melihatnya, menciumnya, mendekatinya, cairan yang ketika disentuh akan membuat orang yang menyentuh menjadi abu dan lenyap tertiup angin, angin yang tanpa ampun seperti badai dan topan, seperti puting beliung yang memporak-porandakan segala yang dilewatinya, segala yang memiliki massa, bahkan nyawa, dan membuatnya hancur berkeping-keping dalam pusaran angin layaknya penggiling yang merusak, menghancurkan, menghaluskan, melembutkan namun mematikan, mematikan setiap makhluk yang bernyawa, mematikan setiap harapan yang pernah diharapkan, mematikan impian. Konsep itu terlalu cepat dan terlalu banyak, tapi jangan pernah berpikir kalau konsep itu dapat mengalahkan bagian istimewa didalam sini, didalam kotak baja yang tidak akan pernah sekalipun rusak, berpindah, tergoncang, bahkan tidak akan pernah tergeser sedikitpun,,,, tiba-tiba otak meleleh dan keluar melalui lubang hidung dan membuat tenggorakan tercekat dan menghamburkan gumpalan-gumpalan otak yang meleleh di lantai berdebu dan berminyak, tapi bagian otak itu memang harus dibuang saja, hanya perlu otak sebesar biji jagung saja untuk membuat segalanya berjalan standar.

Torn

Ilustrasi Tulisan ini...?

Ilustrasi Tulisan ini…?

Dear kentut..

Telapak kakiku sedang dingin-dinginnya ketika menulis tulisan ini. pipisku juga masih saja tidak  tuntas. belakangan pipisku sedikit susah karena hanya keluar sedikit demi sedikit. Sama dengan sesuatu yang juga belum tuntas, seseorang bilang bukan belum tuntas tapi belum terjamah. adalah rasa, dan mungkin rasa penasaran saja. Tuhan menciptakan benak yang tidak dapat didengar bebas oleh manusia lainnya agar apa..? memelihara perdamaian dunia..? atau agar antar manusia tidak saling baku hantam..? karena ketika masing-masing manusia serba mengetahui benak atau prasangka manusia lainnya mungkin jadinya tidak akan bagus. Tuhan sudah sangat benar menciptakan benak. Bravo..!

Langit diluar jendela kamarku sedang cerah sekali, awan colombus terlihat seperti pelataran pada suatu istana diatas sana. Sudah siang dan aku belum merasa lapar, hanya ingin menulis saja dengan headphone kesayanganku hingga pikiran menjadi sedikit liar. Apa jadinya kalau manusia benar-benar bisa mendengar suara didalam hati atau benak manusia lainnya. pasti lucu, tidak akan ada pembendaharaan kata “bohong” atau “jujur”. Karena mungkin dua kata tadi tidak akan pernah dikenal, kehidupan manusia akan menjadi serba transparan. Jangan-jangan kata “niat” pun juga tidak ada. Bukankah niat juga bersisian dengan benak. Mereka hanya berbeda 1 langkah, karena niat adalah awal dari pergerakan yang merealisasikan suatu hal  dari suatu pikiran. Itu Cuma beberapa kata yang mungkin tidak akan dikenal manusia kalau semua manusia bisa mengetahui benak, pikiran atau prasangka manusia lainnya.

Bagaimana kalau detik ini, saat ini juga kita semua bisa mendengar apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Rumah sakit jiwa mungkin akan penuh dengan orang-orang gila baru yang tidak dapat menerima fakta kalau mungkin selama ini mereka hidup dengan orang-orang yang pura-pura peduli, pura-pura mencintai, dan pura-pura lainnya. akan terjadi kekacauan besar, semua orang akan menutup telinganya karena mendengar hal-hal yang tidak ingin dan tidak perlu didengar, semua orang akan berteriak-teriak karena marah, sedih, bahagia, kedok dan rahasianya terbongkar atau karena bukan apa-apa