Selamat Datang Rutinitas

Ilustrasi Rasa Saja

Ilustrasi Rasa Saja

Setelah melalui liburan yang cukup panjang, melelahkan, rumit sekaligus menyenangkan dan membuat kepala berdenyut-denyut senada aliran darah yang ditahan dengan jari telunjuk, akhirnya sampai juga di hari yang tidak dinanti-nanti bahkan kalau bisa tidak datang sama sekali, ya, hari dimana seluruh jiwa dan raga kembali di eksploitasi dengan ganas namun tetap memiliki unsur manis nan getir.

Banyak hal baru dan pengalaman yang terpahat diotak, dan semuanya memberikan energi positif yang melimpah ruah, cukup sebagai bekal untuk menjalani kembali 70 hari kedepan, oh ya, jangan pernah sesekali mencoba mandi pada pukul 20.00 disaat suhu mencapai -1 derajat celcius, bukan cuman mengalami brain freeze tapi juga bakalan regret freeze, percayalah… saya sendiri membuktikannya pada saat sampai di Desa Ranu Pane dalam rangka pendakian Semeru kemarin.

Dulu sekali seorang teman pernah bilang dengan percaya diri bahwa “Negara tidak akan pernah kehabisan stok pemimpin selama generasi mudanya masih mendaki gunung”, secara pribadi saya sangat setuju dan meyakininya bahkan sangat percaya akan hal itu tapi entah kenapa menjadi berbeda ketika objek dalam hal ini gunung yang di daki bebeda dari gunung-gunung yang pernah saya daki sebelumnya, mungkin harus ada penjelasan baru pada kalimat “generasi mudanya“.

Kembali kerutinitas itu ibarat datang ke sebuah pesta perkawinan temannya teman kita dengan tamu yang asing dan menu makanan baru, penuh dengan atmosfer kecanggungan, antara risih dan sensitif, risih karena merasa menjadi pusat perhatian dan sensitif karena merasa seolah-olah menjadi bahan pembicaraan, arghhh… semuanya hanya soal rasa dan hanya rasa yang bisa membuat semua ini menjadi positif atau negatif.

Rasa dingin merupakan salah satu ketakutan terbesar dalam hidup saya, tapi beberapa minggu yang lalu saya berhasil untuk mengalaminya dan melaluinya dengan aman dan cenderung mulus, walaupun mengorbankan celana dalam andalan untuk dipakai dengan intens dan lama, tapi itulah harga yang harus dibayar dari suatu pengorbanan, dan saya pikir cukup adil dan berkesan, sampai ketemu celana dalam sampai ketemu pasir berbisik sampai ketemu tanjakan cinta sampai ketemu udara berkadar oksigen rendah. Terimakasih atas pengalaman berat dan besar dalam sejarah perjalanan hidup saya.

Iklan

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s