Sebuah alur dalam kegagalan

Ilustrasi Alur ML

Ilustrasi Alur ML

Gagal itu ibarat terjun bebas ke dalam jurang yang sangat dalam dan gelap, tanpa tali pengaman, tanpa parasut dan kemudian terhempas ke dasar dengan keras, sampai seluruh tubuh hancur berkeping-keping, remuk, patah, terburai…. Terlalu sakit hingga tidak ada kata yang cocok untuk menggambarkan dan mengungkapkan nya, tapi ajaibnya puing-puing itu mengumpul dan membentuk sebuah tubuh kembali secara utuh, kemudian berdiri dan mengumpulkan segala daya upaya untuk kembali naik memanjat tebing jurang gelap dan lembab itu. (inspired by dee)

Persetubuhan atas nama “cinta”

Ilustrasi Ber"cinta"

Ilustrasi Ber”cinta”

Pada zaman kuliah dulu gw pernah baca sebuah buku dengan judul yang cukup unik “Panci”, ternyata setelah gw balik pada halaman awal, si panci itu merupakan sebuah singkatan seperti judul tulisan gw ini, lupakan buku itu, tadi pagi gw dapat bbm dari seorang teman yang kebetulan cewe sebut saja “Zeta”, jadi si Zeta curhat secara panjang lebar tentang kehidupan pribadi nya, sebenarnya ini bukan yang pertama kali, beberapa bulan yang lalu, doi cerita kalau lagi ada masalah tentang perasaan hatinya yang sedang dirundung kegundahan akan sebuah keputusan yang harus cepat di ambil, memilih salah satu dari 2 orang pria yang keduanya memiliki alasan kuat untuk dijadikan pasangan hidup, pria pertama sebut saja “Abay” dan pria kedua sebut saja “Panjul”, si Abay merupakan sosok pria yang mapan dan dengan sifat metroseksual dan posesif serta mempunyai moto hidup “keperawanan adalah harga mati untuk sebuah perkawinan” dan juga merupakan pilihan dari Ibu nya si Zeta, sedangkan si Panjul adalah sosok yang macho dan selengean dengan pekerjaan yang tidak teratur, memiliki sifat demokratis, moto hidup nya “setiap orang mempunyai kesalahan pada masa lalu dan merupakan sebuah hal yang tetap harus dihargai”, teman dekat Zeta yang sepertinya juga memiliki perasaan lebih dari sekedar teman ke Zeta, sedangkan si Zeta merupakan sosok perempuan yang bohay, seksi, liar, eksotis dan kira-kira 36B (oke kita skip saja deskripsi ini), jadi si Zeta adalah sosok perempuan yang sensitif, penyayang, menghormati orang tua, cantik, bersahaja dan agak sedikit selengaan, pada intinya si Zeta adalah perempuan yang sedikit beda dengan perempuan normal tapi tetap menjunjung tinggi citra perempuan yang bermoral walaupun pada masa lalunya doi pernah mencapai titik terliar dengan memberikan keperawanan nya kepada pria yang mungkin pada saat itu merupakan pria yang di cint*inya, sehingga persetubuhan atas nama cinta pun terjadi dan bisa di prediksi, seperti pria kebanyakan, perpisahan pun terjadi dengan alasan-alasan menguras logika.

Sampai tadi pagi, mungkin setelah melalui pertimbangan dan perdebatan berbulan-bulan yang panjang dan penuh pengorbanan, si Zeta ternyata sudah mengambil keputusan kalo doi memutuskan memilih Panjul untuk menjadi calon pasangan hidupnya dan dari isi bbm nya, doi terlihat bahagia dan ceria daripada sebelumnya, semoga itu adalah pilihan terbaiknya, semoga saja.

Terkadang sampai saat ini masih ada saja Pria yang berpikir sempit dan egois untuk mendapatkan pasangan hidup yang sempurna (baca: perawan), kalo menurut gw sebagai seorang pria dengan gaya dan pola pikir modern alternatif yang gw anut tanpa mengenyampingkan norma-norma religius terlepas dari bagaimana sikap dan sifat serta kepribadian yang dimiliki seorang pria ataupun sejauh mana sudut pandang pria terhadap keperawanan, harusnya setiap pria bisa mengenyahkan sifat egois yang cenderung munafik untuk sebuah pilihan terhadap hal besar(baca: perkawinan) yang akan di ambil, pertanyaanya, apakah mempunyai pasangan yang perawan akan menjamin kehidupan perkawinan bisa menjadi bahagia?, apakah dengan keperawanan tersebut, bisa jadi tolak ukur masa depan perkawinan akan lancar?, jawabannya adalah TIDAK, oke, memang gw belum kawin tapi melihat dari fenomena orang-orang sekitar gw dan referensi lain yang dapat dipertanggungjawabkan, apa yang menjadi keresahan gw bukan suatu hal yang mengada-ada, seandainya setiap pria bisa berpikir seperti Panjul yang bisa menghargai masa lalu seorang perempuan, bisa menerima sepenuhnya seorang perempuan include kesalahan masa lalunya dan berdamai dengan hal tersebut, niscaya keharmonisan dan dan kebahagiaan suatu hubungan bisa tercipta dan dunia akan diselimuti dengan kasih sayang, tidak akan ada kata “poligami”( sudut pandang gw terhadap poligami akan gw ulas ditulisan selanjutnya), tidak akan ada infotainment yang membahas masalah perceraian artis, tidak akan ada perang, tidak akan ada gratifikasi seks, dan tidak akan ada hal-hal yang menunjukan “kebejatan” seorang pria di muka publik. Terkadang pria yang menuntut lebih dan terlalu banyak adalah pria yang pada kehidupannya tidak lebih bagus dari apa yang diinginkannya, hal tersebut dilakukan untuk menutupi celah-celah kebobrokan nya sendiri, percayalah wahai kaum perempuan, bahwa pria yang sempurna bukan pria yang memiliki kelebihan secara materi ataupun bagus secara visual, memilih kebahagiaan hidup lebih penting daripada memilih untuk mendapatkan kecukupan secara materi saja, mungkin sangat klasik tapi begitulah dunia menjalankan siklusnya.

Overall, mungkin setiap orang punya pola pikir yang berbeda tentang konsep “keperawanan” tapi gw yakin, setiap orang tidak mutlak selalu benar, tidak mutlak sempurna, seperti tulisan gw ini, sukar diterima. Dan tulisan ini gw dedikasikan buat semua perempuan yang mempunyai kesalahan masa lalu tapi selalu berusaha untuk berubah kearah yang lebih baik dan optimis mengahadapi hidup dan mari kita berjanji untuk itu #finger cross, semoga semua makhluk berbahagia, salam kecup mesra dari gw, sekian dan terimakasih.

“Jancuk”

 

Cinta saat remaja yang membawa kita sampai sekarang

Penuh remah dan gejolak kita jalani bersama

Pernah dulu kita saling marah, tapi kemudian cinta membuat kita kembali

Menyapa kita dengan ramahnya

Bagiku kamu adalah peraduan ku, yang akan ku tuju ketika sore, saat aku dan lelah ku datang

Kan kuhabiskan sisa hidup ku dengan menjagamu

Karena mencintaimu dengan sepenuh hati sudah kulakukan saat pertama kali kita bertemu

Dan, sekarang kamulah alasan ku bernafas

Selamanya kita saling menghidupi.