“Jancuk”

 

Cinta saat remaja yang membawa kita sampai sekarang

Penuh remah dan gejolak kita jalani bersama

Pernah dulu kita saling marah, tapi kemudian cinta membuat kita kembali

Menyapa kita dengan ramahnya

Bagiku kamu adalah peraduan ku, yang akan ku tuju ketika sore, saat aku dan lelah ku datang

Kan kuhabiskan sisa hidup ku dengan menjagamu

Karena mencintaimu dengan sepenuh hati sudah kulakukan saat pertama kali kita bertemu

Dan, sekarang kamulah alasan ku bernafas

Selamanya kita saling menghidupi.

Iklan

One thought on ““Jancuk”

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s