H – 51 (Honeymoon Trip)

Desain baju honeymoon Pret

Desain baju honeymoon Pret

Seperti kebanyakan calon pengantin, momen honeymoon menjadi sesuatu yang sangat dinantikan dan menjadi agenda pembahasan di jajaran top three, di luar dari aktivitas sex pasca perkawinan tentunya, begitu juga dengan gw dan calon partner gw (oke, dalam kentutmambo ini gw sebut saja “jingga), satu bulan yang lalu atau lebih-lebih dikit dalam percakapan telepon, gak tau kenapa tiba-tiba jingga membahas dengan sangat bergairah dan beringas perihal honeymoon trip ini, sebelumnya sih gw gak terlalu memikirkan, bahkan untuk persiapan perkawinan aja gw merasa masa bodoh, tapi demi sebuah pembuktian dan komitmen gw sebagai seorang pria sejati yang sangat menjunjung tinggi keadilan (pokoknya harus ada korelasinya), dan akhirnya setelah melalui pembahasan dan perdebatan yang panjaaaaanggggg sampai-sampai melibatkan Pihak Ketiga, kami sepakati “Bali” menjadi tujuan honeymoon kami, tawar menawar pun sudah dilakukan dengan seorang teman yang kebetulan juga makelar multi talenta, kita sebut saja “OT” yang atas dasar kesetia-kawanan dan toleransi yang tinggi lebih tepatnya terpaksa dan berada di bawah tekanan gw(hahaaa, thank’s mba OT yang sudah begadang di depan laptop menanti tiket murah), untuk 3 hari 2 malam kita deal di harga 7 juta dengan catatan DP sebesar 50%(buat modal makelar), cukup terjangkau dengan fasilitas yang didapatkan (tiket PP 2 orang Banjarmasin-Denpasar, hotel 2 malam, transportasi selama di Bali dan antar jemput bandara, perjalanan wisata, dan 1 kali makan malam di Sanur).

Gw sangat bahagia melihat jingga bisa tersenyum dengan rencana ini, walaupun pada akhirnya seperti yang sudah gw duga pembahasan tentang honeymoon trip ini menjadi pokok pembahasan yang setiap harinya terus muncul dalam setiap percakapan kami (jebrettttt). Sebagai bentuk antusiasme, diam-diam gw mendesain baju dengan tema honeymoon trip, rencananya gw mau beri kejutan buat jingga, dengan bantuan kawan yang kebetulan seorang sarjana muda pengangguran (sebut saja “Dayat”) terciptalah desain baju seperti gambar di atas, Dayat memang kreatif, padahal gw cuman ngasih 2 kata aja buat di taro pada bagian depan dan belakang, teruslah menganggur kawan agar imajinasimu bisa terus berkembang dengan bebas.

Sekian dulu ya Mbo laporan dari gw, semoga hari ini menyenangkan hati dan pikiran…..

Iklan

rose

Ilustrasi Terjebak..

Ilustrasi Terjebak..

Aku melihat kerumunan orang saling berbisik mereka telanjang. Dan samar ku dengar suara decak ludah yang keluar mereka hanya saling meludah. Perutku mulas karena kakiku mulai basah berkat ludah, sebentar lagi mungkin aku akan muntah, mereka yang kubicarakan dalam benak mulai menoleh menyadari keberadaanku. Aku mematung dengan hina, seperti anjing yang di kebiri karena meniduri perawan. Salah satu dari mereka menyebut namaku menunjukku dengan satu-satunya jari yang dia miliki. Tiba tiba mereka tertawa nyaring bumi seperti bergetar. Aneh,,, siapa mereka ini..? Telanjang dan memiliki satu jari dan sanggup menggetarkan bumi.. kemudian kulihat diriku di salah satu mata mereka. Dadaku sesak keadaanku tidak lebih memalukan dari mereka yang telanjang, bukan karena aku tak berdaging atau tak berkulit, aku tak berotak.

H – 53 (Journey to the Aisle)

Ilustrasi Rumah Impian, tanpa paga...

Ilustrasi Rumah Impian, tanpa pagar…

Ilustrasi Rumah Impian, masih tanpa pagar,,,

Ilustrasi Rumah Impian, masih tanpa pagar,,,

Waktu kecil dulu gw pernah bermimpi tentang suatu hari di mana bakalan bersanding dengan seorang perempuan impian untuk menjalani sisa hidup dengan penuh keceriaan, gw membayangkan kalo gw bakalan hidup dengan perempuan yang sangat periang, energik, elastis dan tangkas. Hidup di tengah-tengah padang harapan yang menawarkan senyum setiap saat, tempat yang sangat hijau, sejuk, sepi dan gemah ripah loh jinawi, serta rumah kecil dengan cerobong asap dan pagar kecil bercat putih, halamannya luas dan penuh dengan tumbuhan produktif yang bisa dimanfaatkan (seperti poto ilustrasi yang tidak sesuai dengan maksud), sungguh sangat menyenangkan bisa mengingatnya kembali, impian seorang anak kecil polos yang belum mengerti tentang keadaan dunia, satu kali dibayangkan memang bikin deg-deg-an dan bersemangat untuk berusaha cepat menjadi dewasa, tapi lama kelamaan semakin dipikirkan, semakin membuat perut kembung, mual, dan pengen muntah, dan akhirnya gw kecil yang malang yang harusnya cukup bermain dengan kawan-kawan sebaya berhenti memikirkan hal itu.

Anyway, hari ini setelah gw dewasa dan sudah cukup matang, akhirnya diberikan kesempatan dan jadwal untuk naik keatas panggung dan di ambil sumpahnya sebagai seorang pria dewasa yang ingin berkomitmen, bukan seperti yang dibayangkan dulu, bukan juga dengan kriteria perempuan yang dulu gw idamkan, tapi setidaknya sebagai makhluk dewasa yang juga memiliki komitmen untuk berkomitmen dengan komitmen yang sudah pernah kami komitmenkan bersama, tapi sampai saat ini gw masih bingung dan terus memikirkan tipe perempuan elastis yang dulu pernah gw pikirkan??? apakah mungkin karena pada zaman kecil dulu gw terpengaruh dengan pemain sirkus yang memiliki badan lentur dan bisa di lipat-lipat, atau…… hmmmmm…. cukup menarik.

Mungkin setelah gw menikah nanti tidak akan tinggal di rumah kecil di padang savana dengan pagar putih yang dekat dengan sungai jernih, dingin dan menenangkan, mungkin gw hanya tinggal di rumah kontrakan atau nebeng di rumah mertua dan terlibat dengan segala rutinitas keluarga yang membosankan dan kolot, mungkin bagi banyak orang, mimpi hanyar sekedar proses kamuflase untuk menutupi realitas yang berbanding terbalik dengan harapan, tapi setidaknya dengan mimpi itu gw bisa menilai sejauh mana usaha gw untuk berusaha mencapai apa yang gw inginkan. Tidak ada yang salah dengan mimpi atau khayalan, yang salah adalah ketika kita terlalu takut untuk bermimpi atau berkhayal, yang salah adalah ketika kita terlalu memandang rendah kemampuan kita untuk mencoba membuka harapan ke arah abu-abu.

Selamat bermimpi dan junjung tinggi sportifitas, salam adil dan lestari alam kita jaya !!!