H – 53 (Journey to the Aisle)

Ilustrasi Rumah Impian, tanpa paga...

Ilustrasi Rumah Impian, tanpa pagar…

Ilustrasi Rumah Impian, masih tanpa pagar,,,

Ilustrasi Rumah Impian, masih tanpa pagar,,,

Waktu kecil dulu gw pernah bermimpi tentang suatu hari di mana bakalan bersanding dengan seorang perempuan impian untuk menjalani sisa hidup dengan penuh keceriaan, gw membayangkan kalo gw bakalan hidup dengan perempuan yang sangat periang, energik, elastis dan tangkas. Hidup di tengah-tengah padang harapan yang menawarkan senyum setiap saat, tempat yang sangat hijau, sejuk, sepi dan gemah ripah loh jinawi, serta rumah kecil dengan cerobong asap dan pagar kecil bercat putih, halamannya luas dan penuh dengan tumbuhan produktif yang bisa dimanfaatkan (seperti poto ilustrasi yang tidak sesuai dengan maksud), sungguh sangat menyenangkan bisa mengingatnya kembali, impian seorang anak kecil polos yang belum mengerti tentang keadaan dunia, satu kali dibayangkan memang bikin deg-deg-an dan bersemangat untuk berusaha cepat menjadi dewasa, tapi lama kelamaan semakin dipikirkan, semakin membuat perut kembung, mual, dan pengen muntah, dan akhirnya gw kecil yang malang yang harusnya cukup bermain dengan kawan-kawan sebaya berhenti memikirkan hal itu.

Anyway, hari ini setelah gw dewasa dan sudah cukup matang, akhirnya diberikan kesempatan dan jadwal untuk naik keatas panggung dan di ambil sumpahnya sebagai seorang pria dewasa yang ingin berkomitmen, bukan seperti yang dibayangkan dulu, bukan juga dengan kriteria perempuan yang dulu gw idamkan, tapi setidaknya sebagai makhluk dewasa yang juga memiliki komitmen untuk berkomitmen dengan komitmen yang sudah pernah kami komitmenkan bersama, tapi sampai saat ini gw masih bingung dan terus memikirkan tipe perempuan elastis yang dulu pernah gw pikirkan??? apakah mungkin karena pada zaman kecil dulu gw terpengaruh dengan pemain sirkus yang memiliki badan lentur dan bisa di lipat-lipat, atau…… hmmmmm…. cukup menarik.

Mungkin setelah gw menikah nanti tidak akan tinggal di rumah kecil di padang savana dengan pagar putih yang dekat dengan sungai jernih, dingin dan menenangkan, mungkin gw hanya tinggal di rumah kontrakan atau nebeng di rumah mertua dan terlibat dengan segala rutinitas keluarga yang membosankan dan kolot, mungkin bagi banyak orang, mimpi hanyar sekedar proses kamuflase untuk menutupi realitas yang berbanding terbalik dengan harapan, tapi setidaknya dengan mimpi itu gw bisa menilai sejauh mana usaha gw untuk berusaha mencapai apa yang gw inginkan. Tidak ada yang salah dengan mimpi atau khayalan, yang salah adalah ketika kita terlalu takut untuk bermimpi atau berkhayal, yang salah adalah ketika kita terlalu memandang rendah kemampuan kita untuk mencoba membuka harapan ke arah abu-abu.

Selamat bermimpi dan junjung tinggi sportifitas, salam adil dan lestari alam kita jaya !!!

Iklan

3 thoughts on “H – 53 (Journey to the Aisle)

Bagaimana Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s