Oh my god PEMILU lagi!!!

Cuman Ilustrasi

Cuman Ilustrasi

Tidak terasa sudah hampir 5 tahun para anggota DPR/MPR (Pusat, Provinsi, Daerah) yang terhormat menjabat dan menjadi wakil rakyat di kursi nyaman mereka, selama itu pula harusnya kita sebagai rakyat yang diwakili oleh beliau-beliau sudah bisa merasakan hasil dari kepemimpinan mereka-mereka para penyambung aspirasi(loh gak ada to???), baiklah mungkin saatnya bagi kita untuk mulai menyisihkan waktu menganalisa progress dari pekerjaan yang beliau-beliau kerjakan selama hampir 5 tahun berjalan ini (ahhh malas, aku gak punya cukup waktu buat hal bullshit semacam ini), dan menurut gw mungkin kebanyakan masyarakat cenderung tidak memperdulikan hal-hal semacam ini karena buat mengurus keperluan sendiri ataupun rumah tangga saja sudah cukup membuat kepala pusing, apalagi ditambah dengan mulai memikirkan hasil kerja para anggota DPR/MPR yang jauh disana yang bahkan untuk mengetahui rupanya saja cuman pada saat menjelang pemilihan (apaaaaa….hh!!! sebegitu parahnya kah???).

Begitulah kira-kira potret umum yang kita lihat disemua pelosok Negeri Indonesia tercinta ini, para anggota dewan yang harusnya menjadi wakil rakyat dan yang harusnya menjadi aspirator bagi kepentingan rakyat jelata pada perjalanannya hanya menambah jumlah tokoh pemimpin yang tidak dikenal dan menjadi suatu hal lain yang tidak begitu penting dalam perjalanan sejarah Negeri ini, ya mungkin ada beberapa yang memang dikenal karena citra nya (bisa jadi positif tapi kebanyakan negatif; “koruptor”), namun terlepas dari proses tersebut, kita sebagai rakyat jelata harusnya mampu dan mau untuk mulai sedikit demi sedikit perduli dan berubah untuk menjadi orang yang pintar dalam artian selektif memilih calon pemimpin masa depan, kita jangan mau lagi disodori dengan rupiah dan sembako pada saat menjelang Pemilu yang tidak jumlahnya tidak seberapa diibanding dengan hasil yang bakalan diterima, kita jangan mau lagi terlena dengan jargon-jargon palsu dan 4l4y yang gw yakin para calon pemimpin itu sendiri tidak begitu paham dengan arti dan makna jargon yang mereka buat pada saat kampanye maupun yang tertera di dalam poster, spanduk, baliho yang sangat merusak mata dan pemandangan bahkan sampai merusak lingkungan tempat kita tinggal.

Bagi gw Pemilu adalah sistem lingkaran setan yang sengaja dibuat, dan kemudian rakyat dijejali dengan hal-hal yang membuat mereka terlena sampai dengan kemudian muak dan menjadi tidak perduli lagi dengan hal itu, karena rakyat hanya ¬†dibuat berpikir untuk harus terus menerima dan menerima, sehingga otak dan pikiran mereka tentang Pemilu hanya sebatas pada lahan basah untuk mendapatkan keuntungan singkat dan masa bodoh dengan 5 tahun kedepan, gw yakin hal itu sudah begitu dipahami oleh mereka-mereka pemimpin bangsa ini dan tentunya menjadi sebuah keuntungan bagi mereka untuk membodohi dan membodohi rakyat secara berulang-ulang, begitulah mungkin sudut pandang gw, namun terlepas dari itu gw tetap akan menjalankan amanat UU untuk menjadi warga Negara yang baik dan benar dengan tetap memilih dalam Pemilu walaupun hati kecil gw berteriak dan menangis, karena tidak pernah melihat ada sebuah nama calon pemimpin yang benar-benar bakalan menjadi pemimpin yang diinginkan, tapi ini semua hanya tentang proses saja, sudahlah… pembahsan tentang sistem dan birokrasi Negeri ini tidak akan pernah habis dibahas sampai kapanpun.