Komitmen itu apa sih?

Kalimat “jujur itu adalah sikap yang hebat dan mulia” gw pikir jargon normatif ini tidak berlaku dalam sebuah komitmen pada suatu hubungan, kalian pikir perasaan bisa menerima dengan semudah itu??? coba pikirkan lagi sebelum bersikap jujur, terimakasih.

Iklan

E N T A H L A H . . .

Pret-Entahlah

Kamu tahu sweety, dalam sebuah perasaan itu ada dua jenis rasa yang memiliki batas saru yang begitu tipis, namanya perasaan Suka dan perasaan Nyaman, mereka memiliki  pola yang sama dan hampir serupa tapi memiliki perbedaan yang cukup besar dari sudut pandang gejolak, si Suka ini biasanya tumbuh dari bentuk yang kecil seperti sel atom, begitu kecil dan tidak terlihat secara kasat mata dan akan tumbuh menjadi semakin besar dari hari kehari seiring dengan interaksi yang intens kemudian mengeras dan membatu, dan untuk si Nyaman, adalah merupakan kebalikan sifat dari si Suka, dia muncul tiba-tiba dengan bentuk yang besar, saking besar bentuknya hingga membuat hal besar lainnya yang sudah dibangun dengan lama terlihat begitu kerdil dan bukan apa-apa namun akan tersandung pecah dan  mengecil seiring dengan kesadaran akan langkah yang salah atau dengan realita yang mendindinginya. Perasaan memang bukanlah suatu bentuk yang nyata yang bisa dikalkulasikan dan diukur menggunakan rumus matematika praktis, perasaan merupakan bentuk abstrak yang cenderung absurd yang dihasilkan dari sebuah reaksi kimia dalam tubuh dan mempengaruhi segenap kinerja otak, namun seperti kebanyakan hal absurd lainnya, perasaan memiliki pengaruh yang besar  terhadap mental dan psikis manusia, entah bagaimana perasaan terlahir dengan segala kesensitifan dan kerapuhannya, suatu ketika perasaaan bisa sangat berdarah-darah dan dengan ajaib bisa pulih dan kembali kebentuk awalnya walaupun tetap akan meninggalkan bekas goresan, tapi goresan inilah yang suatu hari nanti akan membuat senyum mengembang apabila diingat, bahwa dari goresan ini pernah ada sebuah kisah petualangan yang begitu liar. Sweety, biarlah perasaan ini tetap menjadi rahasia dan jangan pernah dipertanyakan, besar atau kecil nya goresan yang ditorehkannya kelak, akan menjadi bukti siapa yang menang dan kalah dalam “permainan” perasaan yang kita sepakati dengan sadar ini.

“Untuk perempuan yang memberikan rasa nyaman sebuah pelukan panjang dini hari hingga pagi tanpa sempat mandi tapi tetap seksi.”

Kejujuran itu Seperti Es Krim

Pret-Kejujuran itu seperti es krim

Entah dari mana pemikiran tentang kejujuran bisa berakhir pada sebuah pola cerita yang rumit, berbicara tentang perasaan memang bukan hal yang mudah dan terkadang susah diterangkan bahkan dalam beberapa kesempatan tidak ada kata yang cukup baik untuk mewakilinya, untaian kata manis yang mengalir dari bibir terkadang tidak murni dan cenderung dilebih-lebihkan untuk hanya sekedar menciptakan rasa aman dan nyaman sesaat, bagaimana mungkin ketika hati menginginkan rasa yang lebih tapi realita berkata lain dan parahnya realita itu sudah ada dan diketahui sejak awal, tuntutan hati itu tetap datang dan membuncah, jangan main-main dengan perasaan, karena perasaan bukan hal yang mudah untuk disembuhkan ketika dia terluka, luka yang menggores bisa saja sembuh, mungkin memerlukan waktu yang cukup lama, tapi dibalik kesembuhan itu terdapat bekas luka yang permanen dan menimbulkan jejak-jejak yang bisa terlihat jelas, betapa malangnya manusia-manusia yang memiliki bekas luka permanen.

Ketika Abraham Sapien jatuh cinta dengan Putri Nuala dari kerajaan Bethmoora, dia sudah paham betul konsekuensi yang akan terjadi, dia akan membuat sebuah bekas luka permanen dalam dasar hatinya, tapi perasaan itu terlalu besar untuk dikalahkan oleh kerealistisan yang penakut, filosopi cinta itu adalah tentang merelakan memenuhi atmosfir dan membuat perut serasa ditinju dengan keras.