Pelacur Corporate Bagian 1

Pelacur Coorporate

Pelacur Corporate

“Perempuan lahir karena cinta, Bunda mati karena cinta”, entah kenapa ketika gw memikirkan tentang konsep cinta kutipan dari cuplikan musikalisasi AADC ini yang terpikirkan begitu saja, terus tadi malam pas gw nonton sebuah tayangan di TVRI pembawa acaranya ngomong kalo cinta adalah tentang perasaan, lebih jauh kebelakang seorang teman yang habis putus dengan pacaranya karena ketahuan selingkuh pernah curhat dan bilang kalo dia sangat setuju dan menyimpulkan bahwa cinta itu hanyalah tentang merelakan, oke… gw sih cuman manggut-manggut aja karena gw tahu kalo gw sanggah dan bilang kalo dia kebanyakan menonton sinetron, kami akan berakhir pada kondisi yang awkward dalam pengaruh berlinting-linting keceriaan. Ada yang bilang kalo cinta itu adalah sebuah realita hidup, tentu saja itu merupakan pendapat yang konyol, karena menurut teori relativitas sesuatu yang realita (real/nyata) adalah sesuatu yang memiliki massa (berwujud)dapat diurai dan bisa dirubah menjadi energi, sedangkan cinta hanyalah sebuah konsep dinamis yang tidak nyata, tidak bisa disentuh dan tidak bisa dilihat, bagaimana mungkin e=mc² bisa diaplikasikan dalam konsep cinta?, tapi siapa yang peduli dengan hal itu, mungkin gw akan setuju saja dengan pembawa acara TVRI yang bilang kalo cinta adalah tentang perasaan daripada membandingkannya dengan teori-teori fisika yang rumit dan lebih jauh gw curiga pemikiran gw akan mengarah pada kata-kata senyawa kimia yang begitu susah untuk diucapkan dan berakhir pada fenomena biologis, jadi biarlah si “cinta” ini terus mengembangkan teorinya dan menjadi hal yang asik untuk dibahas dari generasi ke generasi berikutnya.

Iklan