NONA(KU)

Pret_Boog-Nona(KU)

Dear Nona…

Menikmati waktu bersama nona merupakan salah satu hal terindah dan terbaik yang pernah tuan rasakan dalam hidup ini, tuan sangat berterimakasih atas jutaan milidetik cerita yang sudah sama-sama Kita torehkan dalam berbagai judul, tentu saja itu akan menjadi kisah yang tidak akan tuan lupakan seumur hidup.

Nona, rasanya begitu singkat, nona ingat ketika pertama kali Kita memulai kisah ini, betapa canggung dan gugupnya tuan, bahkan untuk memulai percakapan, tuan perlu berlatih berjam-jam didepan cermin dan berkali-kali berganti pakaian agar merasa senyaman mungkin, dan pada saatnya nona mengetuk pintu kamar dan masuk dengan koper berwarna merah muda, semua hal yang sudah tuan latih sebelumnya langsung hilang dan buyar, ahh… nona memang selalu memberikan efek yang fantastis sampai saat ini bagi tuan.

Di awal Kita sudah sama-sama tahu dan sepakat bahwa kisah yang akan kita buat kedepannya ini hanyalah sebuah bentuk pemenuhan atas kekosongan rasa yang sama-sama Kita perlukan, kecocokan Kita satu sama lain dibangun atas dasar kebutuhan dasar semua makhluk hidup, namun tuan sadar, mustahil untuk tidak melibatkan perasaan dalam sebuah kisah yang intim, tuan mengerti bahwa dari awal kisah ini tidak akan sederhana, kisah ini akan penuh dengan segala kerumitannya, namun demikian ternyata Kita bisa melewatinya sejauh ini.

SIAP??? tentu saja tidak ada satupun makhluk di semesta ini yang punya pertahanan terhadap perpisahan, dengan rutinitas intens yang sudah Kita bangun setiap malam dan setiap saat, kehilangan, kekosongan, kehampaan tentunya akan menjadi santapan tuan tiap kali tuan mengingat nona, ketika nona bilang bahwa nona akan melupakan tuan, tahukah nona kalo kata itu sangat menghancurkan perasaan tuan, tuan begitu tidak mengerti kenapa nona bisa setega itu mengatakan hal yang paling tidak senonoh, apakah selama ini nona tidak mempunyai memori yang baik akan banyaknya kesenangan, keintiman dan keromantisan yang telah Kita buat? apakah nona tidak menganggap bahwa begitu besar dan berat perjuangan tuan bahkan hanya untuk sekedar bertemu dengan nona beberapa saat memerlukan begitu banyak pengorbanan. Ahh… ternyata tuan begitu EGOIS, apa yang tuan pikirkan selama ini hanya berkutat pada kebutuhan dan keinginan tuan saja tanpa memikirikan masa depan nona, tentu saja nona punya masa depan yang juga perlu diperjuangkan, tuan masih ingat kata-kata nona bahwa nona bilang “kisah Kita tidak akan pernah kemana-mana dan pada akhirnya harus ada perpisahan karena nona juga manusia yang memerlukan seseorang yang nyata dan bisa memberikan kisah masa depan yang lebih menjanjikan tanpa harus ada kebohongan-kebohongan dan banyak hal yang terkorbankan”, tuan sungguh bodoh selama ini, hasrat tuan terhadap nona mengenyampingkan realitas hidup nona.

Nona, jika boleh tuan meminta untuk yang terakhir kalinya, apapun keputusan yang nona ambil hari ini, tuan mohon kedepannya jalani lah kisah baru nona dengan serius, pilihlah dia yang bisa membuat nona merasa nyaman dan tidak membuat nona membuang air mata secara sia-sia. Dan perlu nona ketahui bahwa tuan berjanji tidak akan pernah untuk melupakan dan menghapus nona dari pikiran dan hati tuan, tuan rela untuk merasakan hancur dan sakit tiap kali tuan mengingat nona, agar rasa hancur dan sakit itu bisa menjadi penanda bahwa antara Kita pernah ada sebuah kisah yang dibangun begitu menggebu-gebu dari awal sampai akhir, agar nona tahu bahwa perasaan tuan terhadap nona akan tetap sama, maafkan tuan apabila sampai saat ini ternyata belum bisa menyelesaikan banyak judul-judul kisah yang sempat Kita rencanakan, maafkan tuan nona atas banyak hal yang belum sempat kita mulai, mafkan tuan nona, mafkan tuan…

Terakhir, tuan pernah bilang apabila suatu saat Kita sudah memutuskan untuk kembali berjalan pada posisinya masing-masing, tuan mau kita mengakhiri kisah ini tanpa pelukan hangat dan erat serta tanpa ciuman mesra yang biasa Kita lakukan, hanya sebuah senyuman dan anggukan kepala yang menjadi penanda bahwa kisah ini sudah mencapai halaman terakhirnya. 🙂