Sampah Galaksi

Sampah Galaksi-Brot

Nona…. Sudah banyak cerita dan jalan berliku yg kita lewati bersama, tahukah nona kalo tuan begitu menikmati setiap mili detik waktu yang tuan habiskan bersama nona, entah kenapa tuan begitu merasa kalo nona adalah perempuan imajinasi yang tuan harapkan, tuan impikan dan tuan khayalkan dimasa kecil, ketika pikiran anak2 hanya sebatas pada bermain dan tertawa, tuan sudah jauh berpikir bagaimana hidup tuan di masa depan kelak, sejauh yang tuan pikirkan orang dewasa akan selalu menemukan pasangan hidup sebagaimana yg mereka inginkan, hidup bahagia di pedesaan dengan rumah kecil berpagar putih, menikmati kopi pahit dan sepiring biskuit disore hari diberanda rumah… hanya berdua, sambil memandangi aliran sungai jernih yang mengalir bergemericik seolah-olah menyanyikan lagu romantis yang membuat kita semakin terbuai dalam kehangatan sengatan lembut cahaya matahari sore, sesekali kita saling melempar senyum tanpa perlu mengeluarkan sepatah katapun, seperti kita sudah saling meyakini bahwa kita merupakan pasangan hidup sejati dan abadi yang hanya dapat dipisahkan oleh maut.

Nona… Dikehidupan sekarang kita hanyalah dua orang dewasa yang berpura-pura, dua orang dewasa yg mencoba menolak kenyataan, dua orang dewasa yang pernah dipisahkan oleh waktu dan dipertemukan di saat masing-masing dari kita berada pada titik terendah dan terapuh. Tuan sadar bahwa nona punya masa depan yang harusnya bisa jauh lebih baik daripada bersama tuan, tapi tahukah nona, pikiran tuan untuk merelakan nona adalah gagasan yg begitu menyakitkan dan menyiksa bagi tuan, setegar dan selogis apapun tuan berpikir, itu sungguh menyakitkan,,, sungguh sangat menyakitkan nona, tuan tahu itu salah dan itu sangat jahat, entahlah sampai sejauh ini tuan hanya berkutat pada keegoisan tuan, bantu tuan nona, bantu tuan menemukan kedamaian dan arti hidup ini, sadarkan tuan bahwa kita hanyalah bagian kecil diantara gugusan bima sakti, bahkan bagian tidak terlihat diantara milyaran clusther di antariksa

Iklan