Selamat Menikah -brot- “yeahh”

pret-selamat-menikah

Brot… sudah lama sejak terakhir Kita ngobrol tentang bagaimana sebuah pemikiran-pemikiran, ide-ide dan fantasi-fantasi bisa membuat isi kepala yang berserakan menjadi lebih sedikit terabaikan, Kamu masih ingat terawangan aka kutukan yang dulu pernah Saya ucapkan, tentang bagaimana Kamu akan menjalani hidup sebagai Perempuan tanpa komitmen, Perempuan yang akan menjalani sisa umurnya dengan bergonta-ganti pasangan dengan tujuan  hanya untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan duniawi dan begitu heboh dan takutnya Kamu akan hal itu sampai-sampai Kamu berpikir ucapan itu layaknya naskah KUHP yang kelak pasti akan disahkan di ruang rapat oleh para anggota Dewan Kita yang terhormat, Kamu lihat Brot ternyata Kita memang hanyalah bagian kecil dari 7.000.000.000,-an manusia yang hidup dan berbagi oksigen di bumi ini, sama seperti mereka kita bertahan untuk dapat tetap hidup dan menjalani kehidupan secara jamak. Pernikahan adalah ritual sakral Kamu pasti tahu ini Brot, bahkan disetiap kebudayaan dan suku bangsa di dunia ini punya masing-masing adat dan adab yang berbeda dalam merayakan dan menjalaninya, pun terlepas dari itu semua, Saya harap Kamu tetap bertahan dengan proses dan cara yang Kamu impikan selama ini.

Oke, sebenarnya Saya cuman mau menyampaikan ucapan terimakasih karena ternyata Kamu masih mengingat dan mempercayakan dan melibatkan Saya dalam salah satu proses sakral Kamu, “menjadi saksi resmi” semoga saja secara Agama Saya memang layak dan memenuhi persyaratan tersebut, oh iya ini sudah terjadi ya, emmmm, pulpen yang Saya gunakan pada saat penandatangan di berita acara pernikahan Kamu kalo boleh jujur itu adalah hasil “klepto” dari ruang kantor kepala bidang perijinan dua hari sebelumnya lo 🙂 tapi tenang saja itu Saya beli seharga 1 peti pulpen nya, jadi mungkin tidak bisa dikatakan hak bezit juga kan, dan sekarang pulpennya sudah di kasih sedikit pengingat dan tanda, buat kado pernikahan Kamu sepertinya itu pemberian sangat berharga yang harusnya bisa Kamu simpan dalam kotak bagian benda bersejarah deh.

Terakhir, sedikit harapan dan ekspektasi dari Saya buat Kamu wahai Istri dari Suami Kamu, tolong jangan berubah menjadi “Ibu-Ibu” (secara fisik dan pemikiran; pret), tetap menjadi diri Kamu dalam identitas baru ini, tetap menulis (kayanya tema proses kehamilan bisa jadi menarik), tetap berpenghasilan, itu saja sih, semoga kalian diberkahi dan menjadi keluarga yang tangguh luar dalam, okeehhh cukup sudah, happy honeymoon say no to kondom, yeahhh!!!.

Note : Ehh gimana soal bingkisan kecil aok dari kotak pink :)))))

Iklan