Tentang Melepaskan

Dear Nona…

Romeo pernah mengucapkan kepada Juliet bahwa “Cinta sejati tidak akan pernah berakhir bahagia jadi biarkanlah dia agar tidak berakhir”.

Melepaskan,,, suatu hal yang menjadi bagian dari diri dan hidup bukanlah sebuah kemustahilan, namun, hal itu pasti tidaklah mudah dan butuh waktu dan proses yang rumit, Tuan yakin Nona sudah pasti mengerti akan hal itu, tidak usahlah Tuan jelaskan bagaimana berdarah-darah nya Tuan untuk melalui proses saat ini.

Melepaskan Nona?? Sungguh itu adalah kalimat terburuk dalam hidup Tuan, mengucapkan, memikirkan dan mencoba menjalaninya membutuhkan banyak persiapan, demi kebahagiaan Nona Tuan berjanji akan berjiwa besar.

Nona Ku, bahkan apabila kisah ini tetap akan berakhir, ijinkan dan biarkanlah Aku menjadi satu-satu nya “Tuan” yang menempati bagian ter-spesial dalam hidup dan hati Nona, ingatlah bahwa bersama Kita pernah mencoba menjadi satu bagian, walaupun tidak akan utuh, ingatlah bahwa sampai detik ini Tuan selalu memberikan tempat ter-spesial bagi Nona dalam hidup dan hati terdalam Tuan, ingatlah Nona bahwa tentang melepaskan ini adalah proses tamparan keras bersejarah bagi Tuan, dan ingatlah ini Nona, bagian besar dari hati Tuan menghilang seiring dengan langkah mundur dan usaha Nona tentang melepaskan ini.

(ditulis dalam sebuah penerbangan 25/08/2017 -Tuan-)

Iklan

Untuk Sementara Kita adalah 2 Hal yang Saling Melengkapi, Terbungkus Rapi oleh Kepingan Hasrat dan Persamaan Sikap Hingga Suatu Ketika Akan Dihancurkan Dengan Keras oleh Realitas dan Waktu

Realitas dan Waktu adalah dua hal yang saling membungkus secara bersamaan, ketika keduanya bertemu seperti badai kosmik yang meledak tak terelakkan, terkadang Kita bingung kenapa sebuah rasa bisa berbuah dengan sangat manis hingga membuat lupa rasanya pahit dan ketika pahit datang diri ini serasa tidak punya penangkal bahkan untuk hanya sekedar memberikan jeda pada diri, namun tidak ada yang berubah dan tidak akan ada yang bakalan bisa merubah rasa manis yang teramat sangat itu walaupun hanya berbentuk sebuah ingatan rasa manis tetaplah selalu memberikan kenangan yang begitu indah dan mustahil untuk dilupakan, pertama kali Kita hanyalah dua orang petualang yang mencari kemustahilan, berikutnya Kita adalah satu hal yang memaksakan untuk berubah menjadi satu kemungkinan tanpa bisa sadar bahwa tidak ada yang berubah dengan definisi realitas dan waktu yang sial nya memiliki kuasa bagaikan Tuhan, yang bisa dengan mudah mematahkan angan dan harapan dari mereka yang mendambakkan kemungkinan, seperti menjetikkan jari saja dia bisa merubah harapan menjadi omong kosong, kejam…, memang, tapi begitulah adanya, jadi apa yang tersisa dari omong kosong ini?? tidak ada?? enak saja, kalian pikir pengorbanan Kami hanya main-main tanpa makna dan tanpa hasil? Hei Realitas,, Hei Waktu sialan, Kami punya segudang kisah yang tidak akan pernah habis walaupun Kalian lahap dengan rakus, Kami abadi dan tidak akan pernah musnah walaupun terberai dalam bentuk kepingan partikel sebentuk atom, sekalipun itu tidak dapat dipandang tapi Kami saling merasakan dan terkoneksi dalam bentuk-bentuk kecil yang bukan tidak mungkin akan kembali menggumpal menjadi kepingan-kepingan hasrat pada masa yang akan datang.

Kepada pemilik harapan, terimakasih untuk setiap pengorbanan  yang sudah Kita coba usahakan dengan keras, ingatlah bahwa Kita memulai dengan tidak mudah dan menjalaninya dengan segenap perasaan yang begitu mendalam, apapun akhirnya, ketahuilah bahwa semua itu akan selalu abadi dan tersimpan dengan rapi disuatu tempat yang bernama hati yang tulus, ketahuilah bahwa kisah Kita tidak akan kalah hanya dengan hal yang bernama realitas dan waktu.