Untuk Sementara Kita adalah 2 Hal yang Saling Melengkapi, Terbungkus Rapi oleh Kepingan Hasrat dan Persamaan Sikap Hingga Suatu Ketika Akan Dihancurkan Dengan Keras oleh Realitas dan Waktu

Realitas dan Waktu adalah dua hal yang saling membungkus secara bersamaan, ketika keduanya bertemu seperti badai kosmik yang meledak tak terelakkan, terkadang Kita bingung kenapa sebuah rasa bisa berbuah dengan sangat manis hingga membuat lupa rasanya pahit dan ketika pahit datang diri ini serasa tidak punya penangkal bahkan untuk hanya sekedar memberikan jeda pada diri, namun tidak ada yang berubah dan tidak akan ada yang bakalan bisa merubah rasa manis yang teramat sangat itu walaupun hanya berbentuk sebuah ingatan rasa manis tetaplah selalu memberikan kenangan yang begitu indah dan mustahil untuk dilupakan, pertama kali Kita hanyalah dua orang petualang yang mencari kemustahilan, berikutnya Kita adalah satu hal yang memaksakan untuk berubah menjadi satu kemungkinan tanpa bisa sadar bahwa tidak ada yang berubah dengan definisi realitas dan waktu yang sial nya memiliki kuasa bagaikan Tuhan, yang bisa dengan mudah mematahkan angan dan harapan dari mereka yang mendambakkan kemungkinan, seperti menjetikkan jari saja dia bisa merubah harapan menjadi omong kosong, kejam…, memang, tapi begitulah adanya, jadi apa yang tersisa dari omong kosong ini?? tidak ada?? enak saja, kalian pikir pengorbanan Kami hanya main-main tanpa makna dan tanpa hasil? Hei Realitas,, Hei Waktu sialan, Kami punya segudang kisah yang tidak akan pernah habis walaupun Kalian lahap dengan rakus, Kami abadi dan tidak akan pernah musnah walaupun terberai dalam bentuk kepingan partikel sebentuk atom, sekalipun itu tidak dapat dipandang tapi Kami saling merasakan dan terkoneksi dalam bentuk-bentuk kecil yang bukan tidak mungkin akan kembali menggumpal menjadi kepingan-kepingan hasrat pada masa yang akan datang.

Kepada pemilik harapan, terimakasih untuk setiap pengorbanan  yang sudah Kita coba usahakan dengan keras, ingatlah bahwa Kita memulai dengan tidak mudah dan menjalaninya dengan segenap perasaan yang begitu mendalam, apapun akhirnya, ketahuilah bahwa semua itu akan selalu abadi dan tersimpan dengan rapi disuatu tempat yang bernama hati yang tulus, ketahuilah bahwa kisah Kita tidak akan kalah hanya dengan hal yang bernama realitas dan waktu.

IYA AKU RAPUH…!

Nona Kamu adalah orang yang memberikan Tuan kehidupan ketika Tuan sudah merasa tidak punya hasrat dan tujuan, Nona adalah orang yang membuat Tuan tersenyum dengan lebar ketika Tuan terpuruk, Nona adalah hal yang begitu berarti dan berharga dalam hidup Tuan ketika Tuan merasa bahwa dunia ini tidak adil, Nona adalah segalanya bagi Tuan, tidak ada kata yang pantas dan bisa mewakili perasaan Tuan tentang bagaimana Nona memberikan banyak hal yang positif dan berarti selama Kita berdua bersama, semuanya sungguh sangat indah dan membekas  begitu dalam, hanya Nona satu-satunya perempuan yang bisa memberikan kesan terbaik dalam hidup Tuan, Nona bukan saja oase dipadang pasir namun sumber mata air  yang menghilangkan dahaga Tuan tanpa harus berjalan mencari oase-oase yang entah apakah itu masih ada, bahkan Tuan berpikir bahwa Nona adalah alasan Tuan dilahirkan, sebegitu besarnya harapan Tuan dan penilaian serta penghargaan Tuan terhadap Nona tanpa terbantahkan, untuk Kamu yang selalu menjadi momen spesial dalam hidupku, tolonglah Aku untuk bisa berjalan sendiri tanpa terseok dan tertatih, ajarkan Aku untuk bisa berjalan dalam ruangan yang menjadi gelap pekat ini, jangan tinggalkan Aku dengan keadaan telanjang, atau kalo memang ini tidak bisa dipertahankan bunuhlah aku dengan cara yang kasar bukan dengan cara yang halus, agar rohku bisa puas tanpa harus meraba-raba mencari sebuah kebenaran tanpa harus bergentayangan dalam kepekatan, walaupun keadaan itu pasti sangat menghancurkan setidaknya Aku punya momen yang bisa terus menampar ku sepanjang sisa hidupku.

Satu Hari diantara Banyak Hari

pret-satu-hari-diantara-banyak-hari

Rutinitas merupakan suatu bentuk kegiatan yang memanusiakan manusia, dari bangun tidur, mandi sarapan, bekerja, makan, bekerja, pulang kerumah, mandi, makan, dan kemudian tidur kembali, rutinitas juga menjadi tolak ukur dalam penempatan diri manusia dalam keadaan/kondisi sosial tertentu didalam masyarakat, bagi sebagian besar manusia yang terlahir dalam kondisi monoton, rutinitas menjadi identitas apa dan siapa dirinya dimata sosial, tentunya hal ini menjadi sangat penting dan keharusan yang patut untuk diperjuangkan, tidak ada yang salah dengan hal itu, perjuangan untuk mendapatkan eksistensi dalam budaya timur yang begitu memperhatikan dengan porsi berlebih tentang pendapat manusia lain terkesan begitu rapuh dan sensitif, bagiku sekecil apapun usaha yang dilakukan manusia dengan tujuan untuk berjuang demi hidup patut untuk diapresiasi terlepas dari baik atau buruk cara dan proses nya bahkan hasilnya.

Sweety, yang ingin aku sampaikan disini tidak lah serumit dan se-membosankan prolog diparagraf awal, aku cuman ingin bilang bahwa aku sangat tidak menyesal pernah mendapatkan satu hari dalam hidupku, dimana aku pertama kali mengenal kamu, satu hari yang sudah membawa kita keribuan hari berikutnya, satu hari yang telah kutandai sebagai salah satu diantara sedikit hari favoritku, satu hari yang telah tercatat dalam buku sejarah hidupku dan tentunya bakalan tersimpan rapi sampai dia menghilang bersama dengan berakhirnya usiaku, terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, terimakasih karena sudah menjadi rutinitasku, terimakasih karena sudah menjadi motivasiku, terimakasih karena sudah menjadi orang yang cerewet dan menyebalkan, terimakasih karena sudah sering membuatku khawatir dan begitu cemburu, terimakasih karena kamu sudah tahu takaran kopi kesukaanku, terimakasih untuk segalanya yang begitu panjang untuk diuraikan, tolong ingat aku seperti aku memperlakukan satu hari ini diantara banyak hari dalam hidupku.