Trick or Lie

Trick or Lie

Dear Brot, akhirnya Aku sadar dan meyakini bahwa Cinta itu hanyalah sebuah kepalsuan dan ilusi yang dibungkus dengan rapi oleh sebuah bentuk menyenangkan, akhirnya Aku sadar bahwa meyakini Cinta hanyalah perbuatan sia-sia yang akan berujung pada sebuah kehampaan, ternyata tidak ada Cinta yang hakiki Brot di dunia ini, semuanya palsu, ilusi, omong kosong, dan hanyalah bentuk lain dari pemenuhan kepuasan diri terhadap hal dunia, tolong bantu Aku kembali ke masa dimana Aku bisa menatap pagi dan merasa optimis hanya dengan ditemani secangkir Kopi, tolong Aku kawan, !!!.

Brot, Aku salah karena jatuh dengan cinta yang begitu besar dan menyerahkan seluruh diriku pada orang yang salah, Aku pikir Dia adalah bentuk yang Aku cari selama ini, bentuk dari refleksi yang akan dapat memenuhi bagian kosong dari jiwaku, tapi Aku salah Dia hanyalah sebuah bentuk dari banyak bentuk yang ada di Dunia ini, Aku sudah mencoba banyak hal untuk bangkit, Aku bisa bangkit, Aku sudah tidak terlalu terpuruk sedalam dalamnya, Aku sudah punya banyak hal untuk menangkis setiap rasa menyesakkan yang datang setiap kali Aku memikirkannya dalam tiap kali Aku bernafas.

Brot, Aku tidak menyalahkan Dia karena membuat Aku menjadi seperti sekarang, Aku sangat bersyukur mengenal dan bisa pernah saling memiliki dan melengkapi, Kami melalui banyak hal dan membuat banyak kisah yang menyenangkan Brot, sangat menyenangkan dari seluruh Kisah yang pernah Aku buat dalam hidupku sebelumnya, Aku hanya menyalahkan diriku yang lalai, hingga tidak menyisakan sedikitpun rasa nyaman. Brot, Aku tahu Kamu tidak akan membaca ini dalam waktu dekat, tapi yang perlu Kamu ketahui apa yang terjadi pada hidupku saat ini adalah bagaimana Aku akan melanjutkan hidup di masa depan dengan beban masa lalu ini, shaloom Brot, semoga semua makhluk berbahagia.

Iklan

Tentang Rasa Muak

Pret-Tentang Rasa Muak

Ajarkan Aku menjadi naif, senaif dirimu yang masih bisa tertawa, senaif kebahagiaan di alam Kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan, Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan Aku menjadi penipu, apabila ternyata Kau merasakan sakit itu dalam tawamu. –Dee

Aku yang meminta untuk diberikan rasa sakit, Aku juga yang menyanggupi untuk menanggung beban ini sendiri, tidak perlu Kau mencoba meraba bagaimana rasa dan bagaimana bentuk dari diriku sekarang, coba berikan Aku pukulan telak, lihat saja Aku tidak akan mengaduh atau mengeluh cengeng, bukan karena Aku sudah menjadi kebal tapi karena Aku sudah tidak berdaya menjelaskan bagaimana kehancuran dan bentuk diriku sendiri, maafkan Aku. –Pret_Kala Kau Lukai, Lagi

 

Satu Hari diantara Banyak Hari

pret-satu-hari-diantara-banyak-hari

Rutinitas merupakan suatu bentuk kegiatan yang memanusiakan manusia, dari bangun tidur, mandi sarapan, bekerja, makan, bekerja, pulang kerumah, mandi, makan, dan kemudian tidur kembali, rutinitas juga menjadi tolak ukur dalam penempatan diri manusia dalam keadaan/kondisi sosial tertentu didalam masyarakat, bagi sebagian besar manusia yang terlahir dalam kondisi monoton, rutinitas menjadi identitas apa dan siapa dirinya dimata sosial, tentunya hal ini menjadi sangat penting dan keharusan yang patut untuk diperjuangkan, tidak ada yang salah dengan hal itu, perjuangan untuk mendapatkan eksistensi dalam budaya timur yang begitu memperhatikan dengan porsi berlebih tentang pendapat manusia lain terkesan begitu rapuh dan sensitif, bagiku sekecil apapun usaha yang dilakukan manusia dengan tujuan untuk berjuang demi hidup patut untuk diapresiasi terlepas dari baik atau buruk cara dan proses nya bahkan hasilnya.

Sweety, yang ingin aku sampaikan disini tidak lah serumit dan se-membosankan prolog diparagraf awal, aku cuman ingin bilang bahwa aku sangat tidak menyesal pernah mendapatkan satu hari dalam hidupku, dimana aku pertama kali mengenal kamu, satu hari yang sudah membawa kita keribuan hari berikutnya, satu hari yang telah kutandai sebagai salah satu diantara sedikit hari favoritku, satu hari yang telah tercatat dalam buku sejarah hidupku dan tentunya bakalan tersimpan rapi sampai dia menghilang bersama dengan berakhirnya usiaku, terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, terimakasih karena sudah menjadi rutinitasku, terimakasih karena sudah menjadi motivasiku, terimakasih karena sudah menjadi orang yang cerewet dan menyebalkan, terimakasih karena sudah sering membuatku khawatir dan begitu cemburu, terimakasih karena kamu sudah tahu takaran kopi kesukaanku, terimakasih untuk segalanya yang begitu panjang untuk diuraikan, tolong ingat aku seperti aku memperlakukan satu hari ini diantara banyak hari dalam hidupku.