Ciri-ciri Pria yang tidak Perawan

Ilustrasi Aktifitas Seksual

Ilustrasi Aktifitas Seksual

Sebagai kaum Pria yang terhormat saya merasa perlu untuk menuliskan sebuah analisa dan teori yang saya dapatkan dari berbagai sumber yang pasti bisa di percaya dan tentunya bersifat netral, jangan tanyakan bagaimana prosesnya, karena mengingatnya saja membuat bulu kuduk merinding, tulisan ini saya dedikasikan kepada seluruh kaum Perempuan di dunia yang merasa terdiskreditkan akibat dengan mudahnya status keperawanan mereka bisa di simpulkan. Seorang nara sumber juga turut membantu analisa ini sehubungan dengan euphoria nya akibat status ketidak perawanan nya baru-baru ini, sampai-sampai sudah punya analisa yang bisa dikatakan sok-sok berbobot dan sok-sok serius dan berapi-api waktu menjelaskan(peace), tapi saya akui analisa nya memang sangat kuat dan bisa di pertanggungjawabkan dan yang pasti nara sumber yang sangat berani dan hebat, beginilah kira-kira hasil dari analisa saya dan rekan untuk mengetahui bagaimana ciri dari pria yang sudah tidak perawan, cirinya mungkin agak sedikit membingungkan karena akan terjadi kerancuan dan ketidak singkronan antara satu dan lainnya, karena memang dalam beberapa hal, setiap Pria memiliki ciri yang berbeda-beda tergantung dari fisik, mental dan tujuan sex nya.

  1. Pria yang tidak perawan cenderung sering mengalami sakit/nyeri pada pinggang nya, sakit/nyeri itu biasanya di sebabkan akibat dari aktifitas seksual dan intensitas sex yang di lakukannya, semakin sering melakukan hubungan sexsual maka semakin mudah sakit/nyeri itu datang, tapi hal ini biasanya tidak berlaku untuk seorang pria yang rajin berolahraga, tapi tidak menutup kemungkinan tetap terserang sakit/nyeri pinggang, dan biasanya tangan nya akan selalu berada di pinggangnya dengan tujuan untuk menahan rasa nyeri/sakit;
  2. Kehilangan semangat untuk berjalan dan bergerak, di karenakan rasa lemas yang terjadi di kakinya, biasanya apabila kegiatan sex nya terlalu berlebihan ciri ini sering muncul, dan di barengi dengan muka pucat dan tidak terlalu antusias terhadap komunikasi;
  3. Lubang pada kepala penis atau mulut penis cenderung lebih luas/lebar, mungkin disebabkan oleh gesekan yang terjadi pada saat aktivitas seksual sehingga pada saat masuk ke dalam vagina mulut penis akan terbuka lebih lebar;
  4. Kantung testis/buah zakar akan terlihat lebih kendur dan menggantung, penyebabnya tentu saja karena aktivitas seksual yang mengakibatkan kantung penis bergerak lebih sering sehingga kelenturan kulit pada kantung testis akan berkurang yang berakibat mengendurnya benda itu, hahahaa;
  5. Munculnya urat-urat disekitar batang penis dan kantung testis, seperti tangan laki-laki yang berotot dan berurat nah kurang lebih seperti itu gambarannya, terjadinya tentu saja karena adanya aktifitas berat menggunakan penis;
  6. Kepala penis akan terlihat lebih gelap warnanya, mungkin akibat dari cairan vagina yang mempengaruhi pigmen kulit kepala penis itu;
  7. Kantung testis akan berwana lebih merah atau lebih gelap dari kulit normalnya, mungkin karena proses produksi sperma yang lebih rutin akibat dari hubungan sex, atau juga oleh faktor benturan pada saat aktifitas sex;
  8. Terakhir, bulu/rambut penis akan lebih kelihatan rapi dan terawat, untuk seorang playboy pemburu sex pasti akan lebih memperhatikan perawatan dan tampilan asesoris senjatanya.

Anyway, mungkin ada beberapa poin yang akan di ketahui hanya ketika melihat secara langsung tampilan dari penis tersebut, tapi intinya sekarang bagi yang berminat membaca, setidaknya bisa mengetahui apakah pria yang di cintai nya masih menjaga kesuciannya dari vagina lain selain anda, atau anda bisa mengatakan betapa munafiknya pria tersebut ketika menilai perempuan yang sudah tidak perawan padahal dia sendiri tidak bisa menahan naluri sex nya, terimakasih, salam hangat selalu.

Iklan

“casanova”

Sudut Pandang

Sudut Pandang

Pria dan libido sex seperti dua hal yang memiliki keterikatan kuat, seperti dilahirkan dalam satu paket yang sudah komplit yang hanya menunggu sedikit kesadaran untuk mengaktifkannya, dari sejarah kita bisa melihat bahwa bangsa Romawi Kuno sudah mengenal sex sebagai kebutuhan utama bahkan sudah diciptakan nya alat bantu sex pada jaman itu, di India sendiri kita ketahui bahwa buku panduan yang maha dahsyat kamasutra diciptakan berikut dilengkapi dengan animasi-animasi posisi sex yang sangat detail dan di pergunakan oleh banyak pihak sampai saat ini, tidak mau ketinggalan di Indonesia sendiri pada era Kerajaan Jawa sex sudah menjadi bagian-bagian penting dalam roda pemerintahan pada masa itu, di zaman sekarang  dalam banyak pemberitaan di media massa sangat sering  dipertontonkan perbuatan pejabat, tokoh, dan pigur publik yang menunjukan perilaku tersebut, perilaku yang saya maksud di sini adalah perilaku pemuasan libido sex yang parah nya lagi ditambah dengan menggunakan metode pembenaran sepihak dengan mengedepankan teori-teori yang tidak masuk akal biar bisa kelihatan masuk akal dan bahkan sampai dengan menginterpretasikan dengan menggunakan konsep agama, sungguh keterlaluan para munafik itu, padahal teori nya sangat sederhana, para pria tersebut hanya tidak bisa menahan libido yang meledak-ledak di batang penisnya, yang sudah di aktifkan sendiri, bangsa pria cenderung takut untuk mengakui bahwa dia tersesat dengan jalan yang di buatnya sendiri dengan kesempatan yang mumpuni bertambah jauh pula lah ketersesatan nya. Jebakan  yang membuat pria modern sekarang adalah merupakan warisan yang membudaya dan mengakar dalam setiap sel-sel otak yang diciptakan secara tidak sengaja oleh bangsa nenek moyang entah siapa. Kesetiaan merupakan kata yang sudah hampir punah setelah ber abad-abad kita terjebak dalam pemikiran bahwa perempuan adalah objek sebagai pemuas libido sex pria, tapi saya yakin di luar sana masih ada orang yang berpikir bahwa hidup bukan hanya untuk sex dan tidak memanfaatkan kesempatan hanya untuk memuaskan libido sex saja. Sex boleh menjadi kebutuhan dan pemersatu bagi pasangan suami istri, menjadi komunikasi intim non verbal apabila dilakukan dengan cara positif. Kenyataannya ketika menuliskan ini saya masih berusaha menjadi pribadi yang setidaknya tidak menjadikan sex sebagai inti dari setiap hasil, pelicin di balik negosiasi, dan topik dalam setiap diskusi.