Satu Hari diantara Banyak Hari

pret-satu-hari-diantara-banyak-hari

Rutinitas merupakan suatu bentuk kegiatan yang memanusiakan manusia, dari bangun tidur, mandi sarapan, bekerja, makan, bekerja, pulang kerumah, mandi, makan, dan kemudian tidur kembali, rutinitas juga menjadi tolak ukur dalam penempatan diri manusia dalam keadaan/kondisi sosial tertentu didalam masyarakat, bagi sebagian besar manusia yang terlahir dalam kondisi monoton, rutinitas menjadi identitas apa dan siapa dirinya dimata sosial, tentunya hal ini menjadi sangat penting dan keharusan yang patut untuk diperjuangkan, tidak ada yang salah dengan hal itu, perjuangan untuk mendapatkan eksistensi dalam budaya timur yang begitu memperhatikan dengan porsi berlebih tentang pendapat manusia lain terkesan begitu rapuh dan sensitif, bagiku sekecil apapun usaha yang dilakukan manusia dengan tujuan untuk berjuang demi hidup patut untuk diapresiasi terlepas dari baik atau buruk cara dan proses nya bahkan hasilnya.

Sweety, yang ingin aku sampaikan disini tidak lah serumit dan se-membosankan prolog diparagraf awal, aku cuman ingin bilang bahwa aku sangat tidak menyesal pernah mendapatkan satu hari dalam hidupku, dimana aku pertama kali mengenal kamu, satu hari yang sudah membawa kita keribuan hari berikutnya, satu hari yang telah kutandai sebagai salah satu diantara sedikit hari favoritku, satu hari yang telah tercatat dalam buku sejarah hidupku dan tentunya bakalan tersimpan rapi sampai dia menghilang bersama dengan berakhirnya usiaku, terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, terimakasih karena sudah menjadi rutinitasku, terimakasih karena sudah menjadi motivasiku, terimakasih karena sudah menjadi orang yang cerewet dan menyebalkan, terimakasih karena sudah sering membuatku khawatir dan begitu cemburu, terimakasih karena kamu sudah tahu takaran kopi kesukaanku, terimakasih untuk segalanya yang begitu panjang untuk diuraikan, tolong ingat aku seperti aku memperlakukan satu hari ini diantara banyak hari dalam hidupku.

Iklan

Surat Cinta di hari Rabu

Pret-Surat Cinta di Hari Rabu

Dear Sweety

Pagi ini begitu dingin dan tanah menyebarkan aroma khasnya yang lembab, samar-samar masih terlintas jutaan adegan yang terekam di memori otak tentang petualangan liar kita yang lalu, km tahu sweety aku sangat menyukai gerakan tangan ketika km menggosok gigi, bahkan ekspresi wajah saat km meludahkan busa pasta gigi dari mulut ke wastafel, oh sweety aku bahkan rela hanya untuk menontonmu menggosok gigi seharian diatas kloset tanpa melakukan apapun…

Km tahu sweety, ada kalanya manusia berada pada titik terendahnya, titik dimana manusia hanya bisa merasakan tanpa mampu berbuat apa-apa, tanpa mampu memberikan respon ekspresi atas apa yang dirasa apalagi memberikan perlawanan terhadap rasa yang dirasakan, tentu saja itu sangat menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan dari deraan fisik yang dirasakan tawanan perang pada saat interogasi penyiksaan menggunakan peralatan abad XIII, hati yang merasakan tanpa mampu berbuat apa-apa, bisa km bayangkan betapa malangnya nasib manusia yang mengalami hal itu, perih, berdarah, kacau, itu sudah pasti, aku berharap tidak ada sedikitpun terpikir oleh km pemikiran untuk berbuat seperti itu, soal waktu dan kapan akhir dari petualangan ini biarlah kita lupakan, kita abaikan, kita hapus untuk sementara dari pemikiran kita sampai saatnya kita anggap tiba dan kita sudah menyiapkan segala halnya, bersama kita tuliskan bait-bait akhir kisah petualangan ini dengan perlahan dan lembut sampai pada halaman terakhir buku itu, sampai satu sama lain dari kita bisa mengerti dan paham apa arti dari kata “merelakan”, disitulah jari kita bersama akan menuliskan kata tamat untuk petualangan ini, tanpa ada pertanyaan lebih lanjut, tanpa pelukan, tanpa kecupan, hanya sebuah anggukan kecil karena kita sudah saling mengerti kemana kaki kita ini akan melangkah.

E N T A H L A H . . .

Pret-Entahlah

Kamu tahu sweety, dalam sebuah perasaan itu ada dua jenis rasa yang memiliki batas saru yang begitu tipis, namanya perasaan Suka dan perasaan Nyaman, mereka memiliki  pola yang sama dan hampir serupa tapi memiliki perbedaan yang cukup besar dari sudut pandang gejolak, si Suka ini biasanya tumbuh dari bentuk yang kecil seperti sel atom, begitu kecil dan tidak terlihat secara kasat mata dan akan tumbuh menjadi semakin besar dari hari kehari seiring dengan interaksi yang intens kemudian mengeras dan membatu, dan untuk si Nyaman, adalah merupakan kebalikan sifat dari si Suka, dia muncul tiba-tiba dengan bentuk yang besar, saking besar bentuknya hingga membuat hal besar lainnya yang sudah dibangun dengan lama terlihat begitu kerdil dan bukan apa-apa namun akan tersandung pecah dan  mengecil seiring dengan kesadaran akan langkah yang salah atau dengan realita yang mendindinginya. Perasaan memang bukanlah suatu bentuk yang nyata yang bisa dikalkulasikan dan diukur menggunakan rumus matematika praktis, perasaan merupakan bentuk abstrak yang cenderung absurd yang dihasilkan dari sebuah reaksi kimia dalam tubuh dan mempengaruhi segenap kinerja otak, namun seperti kebanyakan hal absurd lainnya, perasaan memiliki pengaruh yang besar  terhadap mental dan psikis manusia, entah bagaimana perasaan terlahir dengan segala kesensitifan dan kerapuhannya, suatu ketika perasaaan bisa sangat berdarah-darah dan dengan ajaib bisa pulih dan kembali kebentuk awalnya walaupun tetap akan meninggalkan bekas goresan, tapi goresan inilah yang suatu hari nanti akan membuat senyum mengembang apabila diingat, bahwa dari goresan ini pernah ada sebuah kisah petualangan yang begitu liar. Sweety, biarlah perasaan ini tetap menjadi rahasia dan jangan pernah dipertanyakan, besar atau kecil nya goresan yang ditorehkannya kelak, akan menjadi bukti siapa yang menang dan kalah dalam “permainan” perasaan yang kita sepakati dengan sadar ini.

“Untuk perempuan yang memberikan rasa nyaman sebuah pelukan panjang dini hari hingga pagi tanpa sempat mandi tapi tetap seksi.”