Tentang Ketegaran Hati

Aku baik-baik saja semenjak ber ratus-ratus hari Kita terakhir bertemu, tentu saja Aku masih memikirkan Kamu, namun dengan cara yang berbeda semenjak Kita sepakat untuk saling membunuh perasaan ini, Aku selalu berdo’a agar Kamu dapat menjalani hari-hari dengan penuh kemudahan dan Aku sangat yakin Kamu bisa menjalaninya. Dalam suatu kesempatan, terkadang Aku masih bisa merasakan dengan samar bagaimana raut wajah saat Kamu tertawa lepas bersamaku, bagaimana riuh suara tawamu mampu mengubah warna hatiku dalam seketika, menyenangkan bukan? seriously, itu lebih dari menyenangkan, itu sangatlah membekas.

Apakah masih ada rindu diantara Kita? tolong jangan pertanyakan itu kembali, karena itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat konyol, yang sudah bisa Kita pastikan jawabannya.

Berbahagialah dengan hidupmu yang sekarang, raih lah apa yang belum sempat Kamu capai bersamaku, Aku sangat yakin setiap keputusan yang Kamu ambil merupakan hal yang Kamu inginkan dan pikirkan, percayalah bahwa Aku selalu mendukung dan mendoakanmu dari titik terdekat dimanapun Jiwa Kamu berada, kebahagiaan Kamu adalah apa yang selalu Hati ku inginkan, Kamu Kuat… Nona…

-Tuan-

Iklan

Trick or Lie

Trick or Lie

Dear Brot, akhirnya Aku sadar dan meyakini bahwa Cinta itu hanyalah sebuah kepalsuan dan ilusi yang dibungkus dengan rapi oleh sebuah bentuk menyenangkan, akhirnya Aku sadar bahwa meyakini Cinta hanyalah perbuatan sia-sia yang akan berujung pada sebuah kehampaan, ternyata tidak ada Cinta yang hakiki Brot di dunia ini, semuanya palsu, ilusi, omong kosong, dan hanyalah bentuk lain dari pemenuhan kepuasan diri terhadap hal dunia, tolong bantu Aku kembali ke masa dimana Aku bisa menatap pagi dan merasa optimis hanya dengan ditemani secangkir Kopi, tolong Aku kawan, !!!.

Brot, Aku salah karena jatuh dengan cinta yang begitu besar dan menyerahkan seluruh diriku pada orang yang salah, Aku pikir Dia adalah bentuk yang Aku cari selama ini, bentuk dari refleksi yang akan dapat memenuhi bagian kosong dari jiwaku, tapi Aku salah Dia hanyalah sebuah bentuk dari banyak bentuk yang ada di Dunia ini, Aku sudah mencoba banyak hal untuk bangkit, Aku bisa bangkit, Aku sudah tidak terlalu terpuruk sedalam dalamnya, Aku sudah punya banyak hal untuk menangkis setiap rasa menyesakkan yang datang setiap kali Aku memikirkannya dalam tiap kali Aku bernafas.

Brot, Aku tidak menyalahkan Dia karena membuat Aku menjadi seperti sekarang, Aku sangat bersyukur mengenal dan bisa pernah saling memiliki dan melengkapi, Kami melalui banyak hal dan membuat banyak kisah yang menyenangkan Brot, sangat menyenangkan dari seluruh Kisah yang pernah Aku buat dalam hidupku sebelumnya, Aku hanya menyalahkan diriku yang lalai, hingga tidak menyisakan sedikitpun rasa nyaman. Brot, Aku tahu Kamu tidak akan membaca ini dalam waktu dekat, tapi yang perlu Kamu ketahui apa yang terjadi pada hidupku saat ini adalah bagaimana Aku akan melanjutkan hidup di masa depan dengan beban masa lalu ini, shaloom Brot, semoga semua makhluk berbahagia.

Tentang Rasa Muak

Pret-Tentang Rasa Muak

Ajarkan Aku menjadi naif, senaif dirimu yang masih bisa tertawa, senaif kebahagiaan di alam Kita berdua. Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan, Aku rasakan sakit yang nyaris tak tertahankan. Atau ajarkan Aku menjadi penipu, apabila ternyata Kau merasakan sakit itu dalam tawamu. –Dee

Aku yang meminta untuk diberikan rasa sakit, Aku juga yang menyanggupi untuk menanggung beban ini sendiri, tidak perlu Kau mencoba meraba bagaimana rasa dan bagaimana bentuk dari diriku sekarang, coba berikan Aku pukulan telak, lihat saja Aku tidak akan mengaduh atau mengeluh cengeng, bukan karena Aku sudah menjadi kebal tapi karena Aku sudah tidak berdaya menjelaskan bagaimana kehancuran dan bentuk diriku sendiri, maafkan Aku. –Pret_Kala Kau Lukai, Lagi